Naming / Menamai
Menjajah bukan hanya berarti menguasai suatu wilayah, tetapi juga membentuk kembali cara dunia dipahami melalui bahasa. Pemerintahan kolonial membangun sistem pengetahuan yang digunakan untuk membenarkan kekuasaan mereka, menentukan sejarah, identitas, dan cara memahami dunia mana yang akan diakui, serta mana yang akan dihapuskan.
Dalam Menamai / Naming, Octora berangkat dari pemikiran bahwa tindakan memberi nama juga merupakan bentuk kekuasaan. Dengan menggunakan arsip foto dari masa kolonial, ia mengkritisi cara pandang orientalis dalam menggambarkan masyarakat yang hingga kini masih memengaruhi cara kita memahami identitas budaya Indonesia dan kehidupan masyarakat setelah masa kolonial.
Dalam arsip kolonial, fotografi digunakan sebagai alat untuk menguasai dan mengendalikan. Orang-orang yang difoto ditempatkan dalam sistem pengelompokan yang dibuat oleh kekuasaan kolonial, sehingga mereka tidak memiliki kendali atas bagaimana diri mereka sendiri ditampilkan. Melalui karyanya, Octora mencoba mengungkap bagaimana identitas seseorang dapat terlihat dan dipahami, sekaligus mempertanyakan bukan hanya bagaimana orang-orang selama ini direpresentasikan, tetapi juga siapa yang menentukan cara mereka harus dipahami. Dalam proses tersebut, ia juga mengarahkan pertanyaan ini kepada dirinya sendiri dengan merefleksikan posisinya sebagai seniman yang secara tidak terhindarkan juga berada dalam sistem yang sedang ia kritik.
Dengan kembali melihat tindakan “menamai”, Menamai / Naming mengajak kita untuk mempertanyakan kembali struktur pengetahuan yang menentukan apa yang dianggap sebagai kebenaran. Karya ini mempertanyakan cara pengetahuan siapa yang selama ini dianggap sah dan diakui, serta cara pengetahuan siapa yang justru diabaikan atau dibuat tidak terlihat. Pameran karya Octora ini berlangsung pada tanggal 25 Juli 2026 sampai 23 Agustus 2026 di Gajah Gallery, Jakarta.
Saya menghadiri pameran pada tanggal 04 Agustus 2026.
Note :
Jika ingin melihat foto-foto atau video-video selengkapnya, dapat mengunjungi YouTube saya di https://www.youtube/com/@afindrapermana.









