Inner Sight
RB. Mamet Swalle, yang lebih dikenal dengan nama sapaan RB Ali, adalah pelukis yang juga gemar menulis puisi. Ekspresi lukisan-lukisan Ali, terutama yang dipamerkan kini, pun banyak mengandung ungkapan tulisan atau huruf. Karya-karya yang ditunjukkan ini merujuk pada renungan perjalanan hidup RB Ali dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Ada rentetan peristiwa penting dan menentukan alur hidup Ali pada masa-masa itu.
Banyak orang mafhum bahwa 'kehidupan manusia adalah panggung sandiwara', dan bagi Ali, panggung itu juga mementaskan narasi getir dalam hidup yang justru memicunya menjadi sumber penciptaan karya. Lukisan Ali mengandung narasi dengan ungkapan yang puitik. Ada banyak gambaran tentang sosok manusia, selain benda-benda atau bentuk-bentuk 'asing' yang ia ciptakan secara kreatif.
Proses deformasi bentuk yang dikerjakan Ali ditempatkan dalam susunan komposisi bidang kanvas yang dipertimbangkan menjadi harmonis. Ekspresi lukisan Ali, nampaknya, menyerap namun memantulkan secara unik pengaruh kecenderungan bebas gerakan seni surealisme (khususnya karya Joan Miro), serta pertimbangan struktural abstrakisme Georges Braque (namun dengan karakter komposisi warna yang tidak sama). Menghubungkan dua pendekatan proses penciptaan seni yang berkarakter berbeda itu akhirnya menghasilkan karakter ekspresi yang unik dan khas pada lukisan Ali.
Ada soal kontras di situ, tentang memadukan dua hal yang umumnya dianggap bertentangan dan tak bisa dihubungkan. Inner Sight RB Ali justru menciptakan caranya sendiri. Ali percaya bahwa tiap tragedi hidup seseorang tak hanya menambat jeruji eligi duka, tetapi juga memendam energi cita yang bersifat membebaskan, memberikan daya pertumbuhan hidup yang mengubah dan memperbarui diri. Ekspresi lukisan-lukisan Ali mencari dan menggali dimensi keindahan dalam harmoni perjumpaan antara bentuk-bentuk yang literal (tulisan, huruf, angka) dengan yang visual (deformasi bentuk), antara ekspresi naratif dengan aspek puitis, serta memadukan masalah kontras antara bidang-bidang terang dan gelap.
Ekspresi Inner Sight RB Ali, pada akhirnya, bukan soal refleksi mengenai narasi pengalaman dirinya sendiri, melainkan justru soal pengalaman pergulatan menjadi manusia agar mampu bertahan selaras dalam aliran hidup. Energi hidup, secara misterius dan tersembunyi, justru 'memandu' kreativitas manusia agar mampu melampaui babak-babak perubahan dan pembaruan diri dalam siklus kehidupan. Pameran ini berlangsung di Galeri ZEN1, JI. Purworejo No. 24, Dukuh Atas, Menteng Jakarta Pusat 10310 pada tanggal 13 Februari 2026 sampai 10 Maret 2026.
Saya menghadiri pameran pada tanggal 24 Februari 2026.
Note :
Jika ingin melihat foto-foto atau video-video selengkapnya, dapat mengunjungi YouTube saya di https://www.youtube/com/@afindrapermana.









