Hypnagogia | Tracing Time
Ara Contemporary mempersembahkan Hypnagogia | Tracing Time, sebuah pameran tunggal karya Albert Yonathan Setyawan, seorang seniman asal Bandung, Indonesia yang berbasis di Tokyo, Jepang. Pameran yang berlangsung pada tanggal 23 Mei - 27 Juni 2026 ini mengeksplorasi pertanyaan tentang eksistensi dalam ruang dan waktu melalui karya-karya terakota, gambar, dan video yang dibentuk oleh pengulangan, proses material, dan gestur meditatif.
Kualitas meditatif meresap dalam praktik Albert, yang terlihat tidak hanya pada karya fisiknya sendiri, tetapi juga pada proses berulang dan padat karya yang dilaluinya. Sejak 2018, Albert secara eksklusif bekerja dengan terakota, material yang menurutnya terkait erat dengan akar budaya dan geografisnya. Telah lama dikaitkan dengan benda-benda rumah tangga dalam tradisi tembikar Indonesia, terakota membawa resonansi fisik dan historis dalam praktiknya.
Melalui tanah liat, Albert merenungkan pertanyaan filosofis seputar waktu, keberadaan, dan eksistensi. Inti dari pameran ini adalah keterlibatan Albert yang berkelanjutan dengan pengulangan melalui teknik pengecoran slip, sebuah teknik yang secara luas dikaitkan dengan produksi dan replikasi industri.
Eksplorasi ini diwujudkan dalam Annica, sebuah karya yang terdiri dari 310 keping terakota yang direplikasi melalui teknik pengecoran slip menggunakan satu cetakan. Karena setiap hasil coran secara bertahap kehilangan detail dan definisi melalui penggunaan berulang, karya ini merefleksikan transformasi, dan pada saat yang sama, menampilkan catatan waktu melalui kehadiran material. Annica menjadi pengamatan terhadap segala sesuatu yang berubah di sekitar kita. Untuk menyelesaikan Anicca diperlukan waktu 3 sampai 4 bulan.
Melalui karya Hypnagogia, Albert lebih jauh mengeksplorasi tema perubahan melalui komposisi modular yang berasal dari ruang arsitektur dan interior. Bentuk geometris yang berulang disusun menjadi susunan spasial yang terfragmentasi, terinspirasi oleh perkembangan pesat lanskap kota dari waktu ke waktu, yang akhirnya kehilangan koherensi.
Pameran ini juga menampilkan Squaring the Circle - Circling the Square, sebuah karya video tiga saluran yang mendokumentasikan upaya berulang Albert untuk mengubah kubus menjadi bola dan sebaliknya, dari bola menjadi kubus. Kegagalan yang berulang tersebut menyoroti runtuhnya sistem ideal ketika mengalami pengulangan, perluasan, dan waktu. Melalui karya-karya ini, Hypnagogia | Tracing Time pada akhirnya merefleksikan hakikat eksistensi dalam menghadapi ketidakmungkinan untuk lepas dari waktu dan ruang.
Saya menghadiri pameran pada tanggal 02 Juni 2026.
Note :
Jika ingin melihat foto-foto atau video-video selengkapnya, dapat mengunjungi YouTube saya di https://www.youtube/com/@afindrapermana.

No comments:
Post a Comment