Sunday, January 25, 2026

PAMERAN KARYA SENI (BAGIAN 73)

Pinata

PINATA - Herzven's Solo Exhibition

Pada 16 Juni 2025, api menghanguskan dua rumah di Depok - rumah orang tua saya dan rumah saya sendiri.Yang tersisa hanyalah keheningan, abu, dan rasa kehilangan yang sulit saya beri nama. Namun dalam sunyi setelah kehancuran itu, sesuatu bergeser. Saya mulai memahami bahwa kebakaran tersebut bukan hanya sebuah akhir, melainkan sebuah hentakan yang membelah segalanya - retakan yang membuka apa yang selama ini saya pendam. Seperti sebuah PINATA, tidak ada yang terungkap sebelum cangkangnya pecah.

Momen itu mendorong saya untuk merespons. Ia menuntut saya untuk berdiri kembali - bukan sebagai seseorang yang hancur oleh keputusasaan, tetapi sebagai seseorang yang telah melewatinya dan bangkit dengan kesadaran baru. PINATA menandai titik balik itu. Ia menyimpan pecahan-pecahan, pergeseran-pergeseran, dan awal-awal baru yang tumbuh dari kehancuran.

Pameran tunggal Herzven ini tidak hanya menghadirkan karya-karya akhirnya, tetapi juga perjalanan yang membentuknya: mural yang lahir dari kehancuran, karya yang dibentuk dari apa yang tersisa setelah api, serta dokumentasi yang mengikuti proses pemulihan perlahan. Melalui ini, saya berharap para pengunjung dapat melihat bahwa ketika hidup terbelah terbuka, ia dapat mengungkapkan sesuatu yang selama ini menunggu untuk muncul. Pameran ini berlangsung di Nirmana Falatehan Lt. 2, Blok M pada tanggal 11 Januari - 8 Februari 2026. 

Saya menghadiri pameran pada tanggal 21 Januari 2026.


--‐--‐-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Mengenai Judul Pameran "PINATA"

PINATA adalah cerminan dari perjalanan saya sendiri. Sebuah PINATA tidak mengungkapkan maknanya dengan lembut. Ia harus dipukul, dibuka, dan dipecahkan sebelum apa pun di dalamnya dapat muncul. Apa yang tersimpan di dalamnya baru terlihat setelah hantaman itu.

Hal ini selaras dengan bahasa visual dalam karya saya:rumah vang melambanakan asal-usul dan identitas saya, serta bunga dan tanaman yang tumbuh sebagai simbol pembaruan yang menerobos lewat celah-celah. Bersama, semuanya mengingatkan kita bahwa ketika sesuatu pecah, awal dari sesuatu yang baru sebenarnya sudah mulai terbentuk.


Note :

Jika ingin melihat foto-foto atau video-video selengkapnya, dapat mengunjungi YouTube saya di https://www.youtube/com/@afindrapermana.

No comments:

Post a Comment