Friday, December 19, 2025

PAMERAN KARYA SENI (BAGIAN 72)

Articulating Otherwise

Gambar-dalam-gambar; layar yang terbagi dua; atau jendela di atas jendela—Anda dapat menampilkannya di depan atau di belakang, sepenuhnya terserah Anda. Kita menjalani hidup yang dipenuhi teks dengan warna berbeda dan garis bawah, membawa kita ke berbagai tempat; ikon kecil berbentuk panah atau pesawat kertas yang membantu kita tetap terhubung; gerakan swipe ke atas tanpa henti, seolah mengganti waktu yang hilang selama perjalanan. Tapi sebelum lanjut, tonton dulu video 5 menit ini. Tahan napas untuk mode 2x speed. Serap sebanyak mungkin—kamu mengendalikan waktumu sendiri, tanpa gangguan.

Di era teknologi yang saling terhubung, realitas kita sering dibentuk oleh derasnya informasi yang berlebihan. Arusnya begitu cepat hingga meluap dan menghantam—datang bergelombang sebelum pikiran dan perasaan kita sempat tenang. Manusia terjebak dalam pusaran antara pengalaman batin sebagai manusia dan kenyataan luar yang dibentuk oleh “kebenaran” institusional yang digerakkan oleh kapitalisme dan sistem yang lahir darinya. Kita lelah dan bingung, seolah terus berperang melawan sesuatu yang tidak terlihat (paranoia muncul dalam banyak bentuk), sehingga cara hidup alternatif terasa samar dan jauh.

Melalui pameran ini, para perupa Galeri Ruang Dini menghadapi kompleksitas realitas masa kini dengan melihat dari sudut pandang berbeda dan menantang pandangan normatif. Delapan seniman ini menciptakan karya mereka secara independen, pada waktu dan tempat yang berbeda-beda, dengan gaya, teknik, dan media yang beragam. Karya-karya yang kini ditampilkan bersama awalnya dikembangkan untuk pameran tunggal masing-masing. Namun, semuanya memiliki benang merah: mencoba menggambarkan cara lain dalam melihat dan menjalani hidup di dunia yang bias dan terpecah. Dalam Articulating Otherwise, Ariadne Maraya, Aulia Yeru, Carla Agustian, Krishnamurti Suparka, Siwi Andika, Sumastania Widyandari, Tamara Alamsyah, dan Tisa Granicia mewujudkan gagasan ini melalui penghayatan batin yang mendalam, penjelmaan pengalaman, menggugat kepastian dan kejelasan yang mutlak, sambil merefleksikan lanskap sosial-lingkungan dan realitas yang kita hadapi.

Melalui Articulating Otherwise, para seniman memperkenalkan cara berpikir dan kondisi ruang yang baru, yang menumbuhkan bentuk-bentuk kehidupan yang berbeda dari biasanya. Yang penting, “otherwise” bukan berarti pilihan yang bersifat dua sisi (hitam-putih), melainkan keberagaman yang luas—sebuah arah pandang yang menolak keputusan yang tertutup dan membuka kemungkinan banyak jalur yang bisa berjalan bersamaan. Ariadne Maraya, Aulie Yeru, Carla Agustian, Krishnamurti Suparka, Siwi Andika, Sumastania Widyandari, Tamara Alamsyah, dan Tisa Granicia mengajak para pengunjung untuk melihat dengan cara yang melepaskan diri dari hal-hal yang dianggap jelas, sehingga dunia dapat dirasakan—dan dihuni—dengan cara yang berbeda. Pameran ini berlangsung mulai tanggal 29 November 2025 di V&V Art Gallery, Jakarta Art Hub 3rd Floor, JI. Timor 25, Menteng, Jakarta Pusat.

Saya menghadiri pameran pada tanggal 05 Desember 2025.


Note :

Jika ingin melihat foto-foto atau video-video selengkapnya, dapat mengunjungi YouTube saya di https://www.youtube/com/@afindrapermana.

Sunday, December 14, 2025

PAMERAN KARYA SENI (BAGIAN 71)

The Lazy Dog Jumps Over The Quick Brown Fox

Edisi ketiga The Lazy Dog Jumps Over The Quick Brown Fox menghadirkan sebuah pendekatan baru terhadap tipografi, sebuah eksplorasi yang menempatkan huruf dan angka sebagai ruang kontemplatif untuk memahami IDENTITY. Dalam pameran ini, tipografi tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi visual, tetapi juga sebagai medium emosional yang membuka percakapan tentang ingatan, pengalaman, dan jati diri.

Tema IDENTITY dipilih untuk menanggapi cara generasi muda masa kini yang berhubungan dengan budaya visual. Di tengah derasnya arus informasi dan visual, huruf-huruf sederhana yang sehari-hari kita lihat ternyata menyimpan kemampuan untuk memicu refleksi personal. Melalui bentuk, warna, dan interpretasi yang dibangun para seniman, huruf menjadi simbol yang kaya makna: lembut atau kuat, rapuh atau tegas, akrab atau asing.

Pameran ini mengajak pengunjung membangun hubungan emosional antara bentuk tipografi dengan pengalaman hidup yang mereka bawa. Setiap karya menawarkan jembatan: antara visual dan perasaan, antara simbol dan memori, antara bentuk huruf dan perjalanan identitas yang terus berkembang. Dalam ruang ini, tipografi menjadi wadah tempat pertemuan antara diri dan cerita yang melekat di dalamnya.

IDENTITY juga ditempatkan sebagai ruang kecil yang intim, seperti ruang pribadi, imajinasi, dan refleksi sebuah pertemuan. Huruf dan angka yang biasanya dianggap biasa menjelma menjadi objek yang diharapkan dapat mengundang pengunjung untuk berhenti sejenak, meresapi, dan mungkin menemukan kembali sisi diri yang selama ini tersembunyi. Melalui pendekatan ni, kami membuka kesempatan bagi pengunjung untuk "mengeja ulang" siapa mereka. Membaca ulang bentuk-bentuk yang selama ini dianggap sederhana, dan menemukan lapisan-lapisan baru yang muncul ketika simbol-simbol itu ditempatkan dalam konteks personal dan emosional.

The Lazy Dog Jumps Over The Quick Brown Fox- Part IIl hadir sebagai ajakan untuk melihat tipografi bukan sekadar sebagai desain, tetapi sebagai bahasa batin yang terus berkembang bersama perjalanan hidup masing-masing individu. Pameran ini berlangsung pada tanggal 29 November - 28 Desember 2025 di C-Project by MOT, Wisma Geha, 2nd Floor Jalan Timor No. 25 Jakarta 10350.

Saya menghadiri pameran pada tanggal 05 Desember 2025.


Note :

Jika ingin melihat foto-foto atau video-video selengkapnya, dapat mengunjungi YouTube saya di https://www.youtube/com/@afindrapermana.

Sunday, December 07, 2025

PAMERAN KARYA SENI (BAGIAN 70)

Pretty Ugly

Unicorn Gallery Surabaya menggelar pameran duo Pretty Ugly. Acara ini merupakan kolaborasi antara dua seniman kontemporer Indonesia, Talitha Maranila dan Dedy Sufriadi, yang mengusung tema utama mengenai ketidaksempurnaan serta refleksi diri. Bertempat di Hotel UNIC, dari 4 Agustus 2025 hingga 31 Januari 2026, pameran ini secara berani menantang persepsi umum tentang keindahan dalam seni rupa.

Kurator Aldridge Tjiptarahardja dan para seniman mengajak pengunjung untuk merenungkan kembali apa yang membuat sebuah karya seni berharga. Bukan hanya dari segi visual yang menyenangkan, melainkan juga dari gagasan dan kejujuran yang disampaikannya. Pameran ini tidak hanya menampilkan karya duo seniman utama. Melainkan juga karya dari Desy Gitary, Diana Puspita P., Gadogadogue (Aziz), Rudy Mardijanto, Sastia Naresvari, dan Sogik Prima Yoga.

Menurut kurator Aldridge Tjiptarahardja, pameran Pretty Ugly sengaja disajikan sebagai pertentangan dari seni yang terlalu sempurna dan komersial. Ia menjelaskan bahwa "jelek" dalam konteks ini justru memiliki potensi besar dalam dunia seni rupa, terutama di pasar internasional. "Kalau terlalu cakep itu terlalu komersial, dalam arti ada hasrat ingin menjual banget, enggak kelihatan jelek," ujarnya. Aldridge menambahkan, beberapa galeri dan kurator global kini justru lebih menyukai karya yang berani tampil apa adanya. "Yang jelek kok bisa jadi bagus, sedangkan yang dibuat dengan rapi dan super bagus itu kurang bisa diterima di pasar Internasional," imbuh Aldridge, menyoroti pergeseran tren yang lebih menghargai kejujuran dan esensi daripada sekadar polesan estetika.

Pameran Pretty Ugly dan karya-karya di dalamnya mengajak Anda untuk berhenti sejenak dan melihat lebih dalam. Bukan tentang menyukai atau tidak menyukai, melainkan tentang kesediaan Anda untuk merenung dan mencari makna di balik apa yang mungkin dianggap "jelek" atau tidak sempurna. Ini adalah ruang di mana kejujuran, kontradiksi, dan ketegangan justru menjadi sumber inspirasi. Mengajak Anda untuk berpikir kritis tentang nilai seni, diri Anda sendiri, dan dunia di sekitar Anda. 

Saya menghadiri pameran pada tanggal 18 November 2025.


Note :

Jika ingin melihat foto-foto atau video-video selengkapnya, dapat mengunjungi YouTube saya di https://www.youtube/com/@afindrapermana.