Sunday, February 22, 2026

PAMERAN KARYA SENI (BAGIAN 79)

View/Preview '26

View/Preview '26 menjadi tonggak penting bagi ArtSociates. Pameran ini merupakan presentasi perdana yang diselenggarakan di ruang terbaru kami di Jakarta. Setelah 19 tahun berkiprah di dunia seni Bandung, pada tahun 2026 ArtSociates melakukan ekspansi strategis ke ibu kota, tepatnya berlokasi di Jakarta Art Hub 2, Gedung Ranuza Thamrin, Jakarta Pusat. 

Sebagai judul, View/Preview 26 dirancang untuk menjadi jendela sekaligus gambaran arah perjalanan artistik yang akan kami tempuh sepanjang tahun ini. Pameran ini menampilkan pilihan karya dari para seniman yang akan bekerja sama dengan kami dalam berbagai proyek mendatang. Kami menghadirkan karya Gregorius Sidharta, Umi Dachlan, Lian Sahar, dan Mujahidin Nurrahman — sebagai kelanjutan narasi dari pameran “Imba: Dari Abstraksi ke Abstrakisme” yang saat ini berlangsung di Salihara Community. Selain itu, kami juga menampilkan karya Dzikra Afifah dan Louise Henryette sebagai pengantar menuju pameran mereka di ArtSociates Bandung pada akhir Januari 2026. 

Spektrum pameran ini juga mencakup karya Fadjar Sidik, Aming Prayitno, Maharani Mancanagara, Meliantha Muliawan, dan Rendy Raka Pramudya, yang dipersiapkan untuk partisipasi kami dalam Art Jakarta Papers. Lebih jauh lagi, kami juga menghadirkan pratinjau pameran tunggal yang akan datang di ArtSociates Bandung dari sejumlah seniman dengan karakter beragam: Daniel Kho, Alessio Ceruti, Ugo Untoro, Agnes Hansella, Dwipuspita Pangastuti, dan Endang Lestari. Khusus untuk ruang Jakarta, kami memamerkan karya Nesar Eesar dan Eddy Susanto, yang dijadwalkan akan menggelar pameran tunggal di galeri ini pada tahun ini. 

Kami juga secara khusus menampilkan karya video dari Hoo Fan Chon, yang akan menjadi bagian dari pameran mendatang di ArtSociates Bandung, dikurasi oleh Gunalan Nadarajan (salah satu juri BaCAA 8) dan dikuratori bersama oleh Roopesh Sitharan. Sebagai pelengkap visi tahun ini, kami menampilkan eksplorasi estetika para seniman Bali dalam proyek pameran “Post-Tradisi” di ArtSociates Bandung, yang diwakili oleh Darmika Solar, Made Chandra, Kadek Dwi Darmawan, dan Kuncir Sathya Viku. Kami berharap View/Preview 26 dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai visi dan agenda artistik ArtSociates sepanjang tahun 2026. Pameran ini berlangsung pada tanggal 17 Januari 2026 - April 2026 di Artsociates, JKT ART HUB Ranuza, 2nd floor Jl. Timor No.10, Menteng, Jakarta Pusat.

Saya menghadiri pameran pada tanggal 13 Februari 2026.


Note :

Jika ingin melihat foto-foto atau video-video selengkapnya, dapat mengunjungi YouTube saya di https://www.youtube/com/@afindrapermana.

Saturday, February 21, 2026

PAMERAN KARYA SENI (BAGIAN 78)

Yearbook

Yearbook menampilkan potret-potret karya Seong Gwang Yun sebagai rekaman emosi — wajah-wajah yang terbentuk dari kata-kata yang tak terucap, dorongan yang ditahan, dan perasaan yang lama dipendam. Digambarkan dengan warna-warna ceria dan bentuk yang dilebih-lebihkan, sosok-sosok ini menyimpan jejak kecemasan, pengekangan, sekaligus humor di balik permukaannya. Secara bersama-sama, karya-karya ini membentuk semacam peta emosi kolektif — sebuah “album graduasi emosi” yang mengajak penonton untuk menghadapi hal-hal yang dulu pernah ditelan, disembunyikan, atau tidak pernah terucapkan. Pameran ini berlangsung pada tanggal 14 February - 4 April 2026 di Theo Gallery, Ranuza Building 2nd floor, JI. Timor No. 10, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat 10350.

Saya menghadiri pameran pada tanggal 13 Februari 2026 (sebelum pameran dimulai).


Note :

Jika ingin melihat foto-foto atau video-video selengkapnya, dapat mengunjungi YouTube saya di https://www.youtube/com/@afindrapermana.

PAMERAN KARYA SENI (BAGIAN 77)

Liminality

Liminality adalah keadaan ketika seseorang berada di antara dua kondisi bukan lagi seperti sebelumnya, tetapi juga belum sepenuhnya menjadi sesuatu yang baru. la hadir sebagai jeda yang sering kali tidak disadari, namun terasa. Dalam fase ini, arah belum jelas, identitas terasa cair, dan kepastian seolah ditangguhkan. Kita tetap bergerak, tetapi belum sepenuhnya tahu ke mana. Liminality bukan ruang kosong, melainkan ruang yang sedang menunggu bentuk. Pameran ini berlangsung pada tanggal 12 Februari - 21 Februari 2026 di Galeri Hang Nadim, Anjungan Kampar - Komplek Purna MTQ, Kota Pekanbaru.

Saya menghadiri pameran pada tanggal 18 Februari 2026.


Note :

Jika ingin melihat foto-foto atau video-video selengkapnya, dapat mengunjungi YouTube saya di https://www.youtube/com/@afindrapermana.

Sunday, February 08, 2026

PAMERAN KARYA SENI (BAGIAN 76)

Closed

Selama ribuan tahun, kertas selalu menjadi simbol dari dua hal yang bertolak belakang: sesuatu yang sementara sekaligus abadi. Naskah, surat, dan dokumen menyimpan sejarah dalam selembar kertas yang mengandung banyak makna tersembunyi. Di era sekarang, ketika budaya berbasis kertas dan bahan cetak semakin ditinggalkan, Irfan Hendrian justru terus menggunakan kertas sebagai medium utamanya, baik secara intens maupun luas. Namun, Irfan tidak sekadar bekerja di atas atau dengan kertas. Ia justru menyelami kertas itu sendiri sebagai medium. Proses berkarya—mulai dari membuat, merancang, hingga menyusun—selalu berangkat dari unit paling dasar: satu lembar kertas. Melalui karya-karya dalam pameran "Closed", Irfan berusaha membuka kembali ruang ingatan, melihat “sisi lain” dari bentuk, yang mengajak munculnya dialog alternatif dan mengungkap dimensi yang melampaui sekadar keindahan visual. 

Beberapa bentuk yang sering muncul dalam karya Irfan, seperti teralis jendela, pagar seng bergelombang, gembok, dan kunci, oleh sang seniman disebut sebagai arsitektur ketakutan. Bentuk-bentuk ini memiliki beban sejarah dan konteks tertentu, yang berangkat dari ingatan serta pengalaman Irfan terhadap kecemasan yang dialami komunitas Tionghoa di Indonesia. Secara keseluruhan, karya-karya tersebut berfungsi sebagai objek yang membangun konteks yang lebih luas, memperlihatkan makna di luar apa yang langsung terlihat secara visual. Pada akhirnya, "Closed" mengajak kita untuk melihat lebih dekat, serta berani menghadapi bayangan-bayangan dalam “luka” yang terus bertahan di dalam ingatan. Pameran ini berlangsung pada tanggal 31 Januari 2026 sampai 17 Maret di 2026 di Ara Contemporary, Jl. Tulodong Bawah I No.16, Senayan, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12190.

Saya menghadiri pameran pada tanggal 05 Februari 2026.


Note :

Jika ingin melihat foto-foto atau video-video selengkapnya, dapat mengunjungi YouTube saya di https://www.youtube/com/@afindrapermana.

Saturday, February 07, 2026

PAMERAN KARYA SENI (BAGIAN 75)

New Paintings

ROH dengan bangga mempersembahkan pameran kelompok pertama tahun ini, New Paintings, yang berfokus pada karya terbaru dari Nadya Jiwa, Naotaka Hiro, Ser Serpas, Wei Jia, dan Tith Kanitha. Pameran ini menampilkan karya-karya yang lahir dari kondisi zaman saat ini, yaitu masa ketika isu tentang kebebasan individu, batas-batas tubuh, serta semakin kaburnya realitas banyak dirasakan dan diekspresikan oleh para seniman melalui material dan medium lukisan. Untuk pertama kalinya ditampilkan bersama, pameran ini menghadirkan dialog antar seniman yang terus mengeksplorasi dan mengembangkan medium lukisan, sekaligus menanggapi sejarahnya dan relevansinya dalam konteks seni kontemporer saat ini. Pameran ini berlangsung mulai tanggal 25 Januari 2026 sampai 22 Februari 2026 di ROH Projects, berlokasi di Jl. Surabaya No. 66, Jakarta Pusat.

Saya menghadiri pameran pada tanggal 28 Januari 2026.


Note :

Jika ingin melihat foto-foto atau video-video selengkapnya, dapat mengunjungi YouTube saya di https://www.youtube/com/@afindrapermana.