Sunday, March 30, 2025

BERBAGAI TULISAN (ACAK) : AKHIRNYA KE HOKKAIDO

Akhirnya harapan saya terwujud untuk pergi ke Hokkaido saat musim dingin tahun 2025 ini sesuai tulisan sebelumnya pada tanggal 12 April 2024 yaitu Berbagi Tulisan (Acak) : Destinasi Impian Hokkaido.

16-17 Februari 2025

Pada tanggal 16 Februari 2025, saya berangkat dari rumah di Bekasi menuju ke Bandara Soekarno Hatta. Saya berangkat pada pukul 15.30 dan sampai di bandara sekitar pukul 17:00. Peserta tour kali ini berjumlah 22 orang dan kami diminta untuk tiba di bandara pada pukul 18:30. Singkat cerita, penerbangan kami menggunakan maskapai All Nippon Airways (ANA) sebagai berikut :

NH856 16FEB CGK - HND 21:45 - 06:50

NH055 17FEB HND - CTS 09:05 - 10:40

Penerbangan berjalan dengan ontime dari Bandara Soekarno Hatta (CGK) ke Haneda Airport (HND) dan juga sampai ke New Chitose Airport (CTS). Sekitar pukul 11:00, kami sudah tiba di Hokkaido dan langsung berganti pakaian yang tebal karena udaranya sangatlah dingin. Lalu, dilanjutkan dengan makan siang bersama. Seluruh perjalanan di Hokkaido adalah menggunakan fasilitas bus.

Pada hari pertama, kami diantar menuju Noboribetsu Date Jidai Village. Tempat ini merupakan taman tematik yang menggambarkan kondisi Jepang di zaman Edo (1603 - 1867), baik dari pakaian hingga budayanya. Saat memasuki kawasan ini, pengunjung langsung disambut orang-orang berpakaian ninja dan samurai. Taman ini menyajikan sejumlah pertunjukan yang mengasyikan dan dramatis termasuk tari tradisional serta peragaan ninja dan samurai yang menarik. Kami menghabiskan waktu disini sampai dengan pukul 15:00 waktu setempat.

Lalu, kami melanjutkan perjalanan menuju Noboribetsu Jigokudani Hell Valley. Wilayah ini termasuk ke dalam Taman Nasional Danau Shikotsu dan Danau Toya. Dikenal sebagai "Lembah Kematian" atau "Lembah Neraka", wilayah ini merupakan kaldera yang muncul setelah letusan dahsyat Gunung Kuttara 20.000 tahun lalu. Uap vulkanik yang mengepul dari dalam kawah dan bau belerang membuat warga kerap menyebut Jigokudani sebagai "Pintu Gerbang Menuju Neraka". Masyarakat sekitar juga mempercayai bahwa kawah tersebut merupakan tempat sekelompok iblis yang dapat hidup dalam suhu teramat panas. 

Setelah itu, dilanjutkan menuju ke Seicomart untuk berbelanja cemilan dan makanan-makanan lainnya. Seicomart adalah minimarket (convenience store) yang lahir di Hokkaido pada tahun 1971. Bisa dikenali dari papan reklame berwarna oranye dan gambar burung Phoenix. Setelah berbelanja, kami menuju ke Hotel Toya Sun Palace Resort & Spa untuk makan malam dan beristirahat. Sebelum tidur, saya mencoba pengalaman berendam di onsen untuk pertama kalinya. Kata onsen (温泉) dalam bahasa Jepang berarti sumber air panas atau mata air panas. "On" (温) berarti panas, dan "sen" (泉) berarti sumber air atau mata air. Kemudian, onsen digunakan untuk istilah pemandian yang airnya berasal dari sumber air panas alami. Rasanya badan terasa rileks kembali dan membuat pikiran menjadi tenang. Selesai berendam, saya langsung beristirahat di kamar.


18 Februari 2025

Pada hari kedua, saya sengaja bangun pagi sekali, kemudian mandi, lalu mulai mengeksplor hotel dan sekitarnya. Hari ini, mulai turun salju dengan intensitas ringan - sedang. Ini adalah harapan saya karena memang momen bersalju inilah yang saya cari. Kemudian, saya sarapan pagi sekitar pukul 07:00. Pukul 08:30, kami check out hotel dan kemudian menuju destinasi selanjutnya.

Destinasi yang dikunjungi hari ini adalah Lake Toya. Lake Toya adalah danau di Jepang yang berasal dari kaldera gunung berapi dan terletak di kawasan Taman Nasional Shikotsu, Distrik Abuta, Hokkaido, Jepang. Menariknya, danau ini tidak pernah membeku karena di bawah danau ini masih merupakan sisa dari gunung berapi yang aktif. Danau ini memiliki karakteristik yang sama dengan salah satu danau di Indonesia bernama Danau Toba, walaupun Danau Toya tidak seluas Danau Toba.

Kemudian, dilanjutkan mengunjungi Showa Shinzan Bear Ranch. Tempat ini memiliki lebih dari 100 beruang coklat Hokkaido. Disini, pengunjung dapat membeli beberapa kantong buah apel dan kue untuk memberi mereka makan. Tidak lupa saya juga membeli souvenir berupa boneka beruang sebagai kenang-kenangan. Sekitar pukul 10:30, kami pergi ke destinasi selanjutnya.

Pukul 11:00 kami sampai di Snow World Toya. Hari ini, saya akan merasakan pengalaman bermain snow mobile disini. Tiket bermain snow mobile seharga 10.000 Yen, bagi saya tergolong cukup mahal. Namun terbayarkan karena ini merupakan petualangan seru dengan menjelajahi pemandangan musim dingin yang menakjubkan selama kurang lebih 1 jam. 

Sekitar pukul 13:00, kami melanjutkan perjalanan menuju ke Hokkaido Government Office, Sapporo TV Tower, dan juga Sapporo Clock Tower. Lokasi ketiga destinasi ini tergolong berdekatan saja. Selesai mengeksplor seluruh lokasi ini, kami melanjutkan dengan makan malam bersama. Hari ini kami pindah penginapan ke Apa Hotel & Resort Sapporo. Sama dengan hari sebelumnya, malam ini saya juga merasakan kembali pengalaman berendam di onsen. Kemudian, dilanjutkan dengan beristirahat.


19 Februari 2025

Pada hari ketiga, saya juga sengaja bangun lebih awal untuk mengeksplor hotel dan sekitarnya terlebih dahulu. Kemudian dilanjutkan dengan sarapan pagi. Pada pukul 09:00, kami baru melanjutkan perjalanan menggunakan bus. Lokasi pertama yang kami tuju adalah Hokkaido Jingu dimana kami tiba disana sekitar pukul 09:30. Hokkaido Jingu merupakan kuil tradisional Shinto yang terletak di tengah Taman Maruyama. Hokkaido Jingu mengabadikan empat dewa yaitu Okunitama, Onamuchi, Sukunahikona, dan tempat pengabdian arwah Kaisar Meiji. Di tempat ini, tidak lupa saya berdoa agar permohonan atau harapan saya dapat dikabulkan. Salah satu doa saya adalah saya berharap bisa kembali ke Hokkaido lagi suatu hari nanti. Kami berada di lokasi ini sampai dengan pukul 11:00.

Kemudian dilanjutkan menuju Shiroi Koibito Park. Shiroi Koibito Park merupakan sebuah taman yang dioperasikan oleh produsen penganan manis lokal, Ishiya. Taman ini dibuka pada tahun 1995 oleh perusahaan coklat Ishiya. Shiroi koibito artinya "cinta putih" atau "kekasih putih" berbentuk kotak, terbuat dari kue lidah kucing yang ditangkupkan, dengan coklat putih di dalamnya. Kue lidah kucing yang dibuat di Hokkaido ini menggunakan adonan dari mentega dan gula yang dilembutkan sebelum dicampur tepung, putih telur, dan vanila. Taman ini juga menawarkan pengunjung untuk melihat proses pembuatan kue melalui tur pabrik. Tempat ini merupakan destinasi impian bagi para pecinta coklat. Kami menghabiskan waktu disini sampai dengan pukul 12:30.

Lalu, dilanjutkan dengan makan siang. Hari ini saya menikmati makan siang di Ganso Sapporo Ramen Yokocho - Gang Ramen terkenal di Hokkaido. Gang ramen ini merupakan lorong terkenal dan menawarkan pilihan sekitar 17 restoran ramen. Hari ini saya menikmati makan ramen di Ichikura Ramen Yokocho. Rasanya sangatlah lezat. Kami selesai makan siang hingga pukul 14:00. Setelah makan siang, kami menghabiskan waktu dengan berbelanja di Tanukikoji Shopping Street dan Susukino. Tanukikoji Shopping Street merupakan salah satu jalan perbelanjaan tertua di Hokkaido yang membentang diantara Minami Nijo dan Minami Sanjo. Sedangkan, Susukino adalah kawasan hiburan terbesar di Sapporo dimana bisa ditemukan toko/pusat pembelanjaan, kafe dan bar, restoran, tempat karaoke, pachinko, dan juga bioskop. Pada hari ini, saya berbelanja Starbucks Tumbler Hokkaido, berbagai macam coklat, dan juga snack. Selesai berbelanja, kami kembali menuju hotel Apa Hotel & Resort Sapporo. Setelah itu dilanjutkan dengan makan malam di sekitaran hotel. Malam harinya, saya kembali berendam di onsen dan kemudian langsung istirahat.


20 Februari 2025

Hari ini saya tidak bangun sepagi hari sebelum-belumnya. Setelah sarapan di hotel, kami kembali melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya. Pada hari keempat, destinasi pertama yang dikunjungi adalah Maruyama Zoo. Kami tiba disana sekitar pukul 09:30 bertepatan dengan waktu kebun binatang dibuka. Kebun binatang ini dibangun pada tahun 1951 dan merupakan kebun binatang tertua di Hokkaido. Kebun binatang ini memiliki luas + 22,5 Ha. Disini terdapat lebih dari 700 ekor hewan dari 168 spesies.

Sekitar pukul 11:00 kami melanjutkan perjalanan menuju Kota Otaru. Kami menikmati makan siang di Otaru pada pukul 12:00. Lalu, pada pukul 13:30 menuju ke Otaru Canal. Kanal Otaru ini dibangun pada tahun 1923. Berdasarkan situs resmi Otaru Tourism Association, zaman dulu kapal-kapal memakai tongkang untuk menurunkan barang-barang dari luar pantai. Kanal Otaru ini dibuat untuk memudahkan proses penurunan barang dari kapal tersebut. Panjang Kanal Otaru adalah sekitar 1.140 m. Sekarang, Kanal Otaru memiliki lebih banyak jalanan dan taman untuk para pengunjung. 

Kemudian, dilanjutkan menuju ke Sakaimachi Shopping Street. Disini terdapat banyak kedai cendramata, restoran, hotel, butik, dan sebagainya. Kota Otaru terkenal dengan pabrik kaca sehingga barang pecah belah adalah salah satu tempat wisata utama kota ini. Disini terdapat Kitaichi Glass Otaru yang memiliki 3 toko kaca dengan gaya jepang, gaya pedesaan, dan gaya barat. Selain itu, juga terdapat Otaru Music Box Museum yang dibangun pada zaman Meiji. Museum ini tersebar di sejumlah bangunan di kawasan Ironai-dori, yang semuanya berisi lebih dari 25.000 kotak musik. Disini terdapat berbagai koleksi kotak musik serta kita dapat mendengar beragam suara dan melodi yang indah. 

Sekitar pukul 16:30, kami kembali menuju hotel. Sebelum menuju hotel, kami makan malam bersama terlebih dahulu. Kami tiba di hotel sekitar pukul 19:00. Lalu, saya memutuskan untuk mengunjungi 2nd Street dan Book Off Plus dekat hotel. Saya berbelanja beberapa pakaian dan mainan disana. Pukul 20:30, saya kembali ke penginapan. Kemudian, saya pun berendam di onsen dan dilanjutkan istirahat. 


21-22 Februari 2025

Hari ini adalah hari terakhir kami menginap disini karena malam ini kami akan pulang ke Indonesia. Selesai sarapan pagi, lalu kami check out hotel. Hari ini, kami berangkat pukul 08:30 menggunakan bus. Pada hari kelima, destinasi yang dikunjungi hari ini adalah Sapporo Olympic Museum. Sapporo Olympic Museum berlokasi di Okurayama Ski Jump Stadium merupakan tempat penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin dengan pemandangan kota Sapporo. Disini, kita dapat menaiki ski lift (kereta gantung) ke Observatorium Okurayama. Ini merupakan pertama kalinya saya menaiki ski lift. Tempat ini menawarkan pemandangan kota di bawahnya seperti Sapporo Dome, dataran Ishikari, dan Pelabuhan Ishikari. Kami berada disini hingga pukul 11:00.

Selanjutnya, kami melanjutkan perjalanan menuju Nijo Market. Pasar Nijo terletak di ujung timur pusat belanja Tanukikoji. Pasar ini merupakan pasar tradisional paling terkenal di Sapporo. Produk utama yang dijual disini adalah makanan laut seperti berbagai jenis ikan, kepiting, tiram, cumi-cumi, teripang, dan lainnya. Disini kami hanya sebentar saja, yaitu sampai pukul 12:00.

Perjalanan selanjutnya adalah menuju Mitsui Outlet Park (MOP) - Sapporo Kitahiroshima. Merupakan salah satu mall terbesar di Hokkaido yang memiliki hampir 130 toko dan food court besar dengan 650 kursi. Tempat ini merupakan surga belanja yang menawarkan deretan merk Internasional dan Jepang yang mengesankan. MOP dioperasikan oleh perusahaan real estate Mitsui. Kami menghabiskan waktu disini sampai pukul 16:30.

Pada akhirnya, kami melanjutkan perjalanan menuju Bandara New Chitose Airport (CTS). Kami tiba di bandara sekitar pukul 17:30. Di bandara saya berbelanja boneka Pokemon di Pokemon Store. Singkat cerita, penerbangan kami menggunakan maskapai All Nippon Airways (ANA) sebagai berikut :

NH082 21FEB CTS - HND 20:30 - 22:10

NH871 22FEB HND - CGK 00:05 - 06:00

Seluruh perjalanan berjalan dengan ontime dan akhirnya saya sampai di Indonesia. Sebelum pulang ke rumah, saya dan beberapa peserta tour menikmati secangkir kopi dan mengobrol-obrol terlebih dahulu. Akhirnya, saya tiba di rumah sekitar pukul 10:15. Perjalanan trip selama beberapa hari di Hokkaido ini sangatlah mengesankan. Saya sangat bersyukur karena bisa menikmati musim dingin ataupun salju untuk pertama kalinya di Hokkaido. Impian saya benar-benar terwujud di tahun 2025 ini yaitu dapat mengunjungi Hokkaido. Saya berharap suatu hari nanti bisa kembali menikmati musim dingin di Hokkaido karena masih banyak lokasi yang belum bisa dijelajahi seperti Furano, Biei, Asahiyama Zoo, dan sebagainya.